Rumah

Penting Diketahui, Ternyata Septic Tank Konvensional Adalah Bak Penampung Sederhana

septic tank

Ada dua jenis bak pengolahan kotoran biologis yang biasa digunakan. Adapun yang pertama adalah bio dan memakai bahan berupa serat kaca atau disebut fiberglass. Serta, septic tank konvensional adalah jenis kedua yang masih dipilih penggunaannya. Meskipun terkesan sederhana, tapi septic tank ini lebih rumit dalam segi pemasangan maupun perawatan.

 

Mengenal Septic Tank Konvensional

Sudah disinggung bahwa septic tank jenis konvensional menggunakan bahan yang lebih sederhana. Apa itu? yakni berupa batu bata yang disusun hingga tercipta sebuah ruangan dan terdapat dalam tanah. Tempat inilah yang menjadi media pembuangan serta pengolahan kotoran berupa tinja dan urine. Jadi bisa diketahui bahwa bak tersebut memiliki peran yang sangat penting.

Namun penggunaan septic tank jenis konvensional sebenarnya kurang tepat dipilih. Karena konstruksi dari bangunan ini terdapat banyak kekurangan. Sehingga berpotensi besar menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Padahal hal tersebut dapat mengganggu kesehatan tubuh. Tentunya ini akan merepotkan jika digunakan dalam waktu yang lama.

Pemilihan septic tank harus diperhatikan dengan benar dan tidak boleh asal-asalan. Karena salah satu gaya hidup sehat bisa ditunjukkan melalui bak pengolahan limbah yang terencana dengan tepat. Hal ini pun tidak hanya memberikan pengaruh dalam skala rumah tangga, tapi juga yang lebih luas ketika digunakan secara komunal atau bersama-sama.

Ada ketentuan khusus dalam pembangunan septic tank jenis konvensional. Tidak terlalu dekat dengan sumur resapan atau sumber air karena bisa menyebabkan pencemaran. Jarak ideal yang harus diketahui adalah kurang lebih sejauh 10 meter dari rumah. Maka dengan begitu akan lebih aman ketika digunakan.

septic tank

Kekurangan Septic Tank Konvensional

Berbeda dengan bahan fiberglass, di sini ada beberapa kekurangan. Sehingga menjadikan septic tank jenis konvensional kurang tepat dipilih, meskipun masih banyak yang menggunakannya. Agar lebih paham, perhatikanlah hal-hal di bawah ini:

1. Mudah Merembes ke Tanah

Biasanya bak pengolahan limbah secara konvensional dibangun tanpa menggunakan alas. Sebenarnya hal tersebut dimaksudkan agar bakteri yang bertugas menguraikan kotoran bisa berkembang biak dengan cepat sehingga tidak akan gampang penuh. Tapi ternyata hal tersebut malah membuat hasil pengolahan limbah merembes ke tanah dan sumber air terdekat yang dapat mengakibatkan pencemaran.

2. Pemasangannya yang Rumit

Kekurangan lain dari penggunaan septic tank konvensional adalah lebih rumit dalam segi pemasangan. Perlu ada perencanaan yang benar-benar matang. Bahkan harus dilakukan pengukuran terlebih dahulu dan disesuaikan dengan jumlah pengguna. Pembuatan tangkinya pun tidak mudah. Perlu banyak tenaga dan waktu cukup lama ketika proses pemasangan.

3. Biaya Pengadaan Lebih Mahal

Mungkin septic tank konvensional dianggap lebih murah. Tapi ternyata butuh biaya perawatan yang tidak sedikit. Tangki pun harus rutin dibersihkan dengan cara memanggil jasa sedot tinja ketika dirasa sudah penuh. Oleh karena itulah, sangat direkomendasikan untuk memakai septic tank bio berbahan fiberglass, seperti yang diproduksi oleh PT Surya Utama Fibertek.

Walaupun harus mengeluarkan biaya lebih ketika pembelian, tapi perawatannya tergolong mudah. Apalagi Septic Tank BioRICH ini memakai bio technology dan bio filterisasi yang sangat ramah terhadap lingkungan. Tentunya hal ini meminimalisir adanya pencemaran. Produsennya pun telah menjanjikan garansi selama 10 tahun yang bisa pembeli dapatkan langsung di https://www.suryafibertek.co.id/septic-tank-biotech/. Soal kualitas? Tentu tidak perlu diragukan lagi.

 

Setelah membaca penjelasan di atas dapat diketahui bahwa septic tank konvensional adalah salah satu jenis bak penampung limbah biologis yang kurang tepat penggunaannya. Sebab mungkin sekali adanya pencemaran lingkungan. Sehingga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.